GarudaNews (Sukabumi) – Rapat Kerja Pengurus Cabang (Rakercab) Keluarga Besar Forum Komunikasi Putra Putri Purnawirawan TNI-Polri (KB FKPPI) Kabupaten Sukabumi yang digelar pada Minggu (21/12/2025), di Pendopo Kota Sukabumi, sempat berlangsung ricuh.
Kericuhan terjadi ketika sekelompok anggota KB FKPPI Kabupaten Sukabumi tiba-tiba memasuki lokasi rapat. Kedatangan rombongan tersebut mengalihkan perhatian peserta rapat hingga menyebabkan jalannya Rakercab terhenti sementara.
Dalam aksinya, para anggota yang datang secara berkelompok itu secara terbuka menyampaikan tuntutan agar Ketua KB FKPPI Kabupaten Sukabumi, Heri Mulyana, segera mengundurkan diri dari jabatannya.
Tim media yang berada di lokasi kemudian mewawancarai beberapa anggota yang terlibat dalam aksi tersebut. Salah satu anggota yang enggan disebut namanya, menyatakan bahwa kehadiran mereka merupakan bentuk penyampaian aspirasi.
“Kami datang kesini karena kami adalah anak kolong asli. Orang tua kami memiliki SKep (Surat Keputusan). Kami merasa memiliki hak moral untuk menyuarakan kondisi organisasi,” ujar salah seorang anggota.
Saat ditanya mengenai tujuan menggeruduk Rakercab hingga menghentikan jalannya rapat, dirinya menjelaskan bahwa mereka menuntut keadilan dan transparansi dalam tubuh organisasi.
“Kami meminta keadilan dan mendesak agar segera dilakukan audit. Kami melihat di Kabupaten Sukabumi, mayoritas anggota dan pengurus bukan berasal dari keluarga purnawirawan TNI-Polri,” katanya.
Menurutnya, kondisi tersebut dinilai telah menyimpang dari Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) organisasi.
“Kami menyatakan sikap agar KB FKPPI bisa kembali ke rumahnya dan menjalankan aturan pokok AD/ART yang berlaku. Diantaranya, pengurus KB FKPPI Kabupaten Sukabumi wajib memiliki SKep sebagai tanda genetik bahwa yang bersangkutan merupakan keturunan purnawirawan TNI-Polri,” tegasnya.
Hingga berita ini ditayangkan, belum ada pernyataan resmi dari Ketua KB FKPPI Kabupaten Sukabumi maupun pihak panitia Rakercab terkait tuntutan tersebut.
(eRHa)
