GarudaNews (Lombok Barat) – Kabar duka menyelimuti Desa Beleke, Kecamatan Gerung, Lombok Barat. Setelah Nurminah (30) dinyatakan hilang selama hampir dua minggu, warga setempat akhirnya menemukan jasad Nurminah dalam kondisi mengenaskan. Jasadnya ditemukan sudah tidak bernyawa dicor dalam sebuah sumur menandai akhir dari pencarian yang penuh harap sejak 10 Agustus 2025.
Keluarga Nurminah pertama kali melaporkan hilangnya wanita muda ini setelah ia tidak kunjung pulang dari tempat kerjanya. Sehari-hari, almarhumah dikenal sebagai pekerja warung sate. Sosoknya dikenal ramah, sederhana, dan tak pernah memiliki masalah dengan siapa pun.
"Dia anak baik, rajin kerja. Kami semua kaget waktu dia hilang begitu saja," kata salah seorang kerabat yang enggan disebut namanya.
Selama hampir dua pekan, keluarga, warga, dan relawan terus berupaya mencari jejak Nurminah. Proses pencarian dilakukan secara mandiri maupun dibantu pihak kepolisian. Harapan demi harapan dipanjatkan agar Nurminah bisa kembali dalam keadaan selamat.
Namun, harapan itu pupus ketika pada Rabu malam (27/8/2025), tim pencari menemukan jasad perempuan yang dicor dalam sebuah sumur tua. Penemuan itu terjadi setelah warga mencium aroma tak sedap dari sekitar sumur yang tampak baru ditutup dengan semen. Kecurigaan warga terbukti setelah penggalian dilakukan dan ditemukan tubuh Nurminah dalam kondisi mengenaskan.
Kapolres Lombok Barat, AKBP Yasmana Harahap,S.I.K., membenarkan penemuan tersebut dan menyatakan bahwa proses penyelidikan masih berlangsung. Pihaknya telah mengamankan beberapa barang bukti dan sedang mendalami dugaan keterlibatan pelaku dalam kasus ini.
“Benar, korban ditemukan dalam keadaan sudah meninggal dan ditutup semen di dalam sumur. Kami masih melakukan penyelidikan dan memburu pelaku yang diduga kuat sudah direncanakan tindakannya,” ujarnya saat ditemui awak media.
Hingga saat ini, motif di balik pembunuhan Nurminah belum secara resmi diungkap oleh pihak kepolisian. Namun, beredar kabar bahwa kasus ini diduga terkait dengan persoalan pribadi atau dendam.
Editor : Eby