GarudaNews (Sukabumi) - Kabupaten Sukabumi sejak lama dikenal sebagai salah satu daerah yang memiliki kekayaan wisata alam terbaik di Jawa Barat. Hamparan pegunungan, kawasan hutan tropis, sungai yang jernih hingga deretan air terjun menjadi daya tarik yang selalu mengundang wisatawan untuk datang. Di antara sekian banyak destinasi tersebut, Desa Cidahu, Kecamatan Cidahu, menyimpan potensi besar yang terus berkembang sebagai salah satu desa wisata unggulan.
Berada di kaki Gunung Salak dan berbatasan langsung dengan kawasan Taman Nasional Gunung Halimun Salak, Desa Cidahu menawarkan keindahan alam yang masih alami. Tak hanya panorama pegunungan yang menyejukkan mata, desa ini juga memiliki sejumlah destinasi wisata alam seperti Curug Sawer, Curug Dua Undak, Curug Cempaka, jalur trekking hutan tropis, hingga bentangan sawah yang menjadi daya tarik tersendiri bagi para pecinta wisata alam.
Salah satu destinasi yang paling dikenal adalah Curug Sawer yang berada di Dusun Manglid. Air terjun ini memiliki karakteristik yang berbeda dibandingkan air terjun lainnya. Air yang jatuh dari tebing tinggi menyebar membentuk butiran-butiran halus menyerupai air yang disawer. Dari keunikan itulah nama Curug Sawer berasal.
Berada pada ketinggian sekitar 860 MDPL, Curug Sawer menawarkan udara yang sejuk dengan suhu pegunungan yang nyaman sepanjang hari. Rimbunnya pepohonan di sekitar kawasan membuat suasana terasa teduh, sementara suara gemericik air yang mengalir dari bebatuan menghadirkan ketenangan bagi siapa saja yang datang berkunjung.
Akses menuju lokasi wisata juga relatif mudah. Dari Gerbang Tol Cigombong, perjalanan menuju kawasan Curug Sawer hanya membutuhkan waktu sekitar 30 menit. Sementara dari arah Cicurug, wisatawan dapat melewati Jalan Bangbayang menuju Mapolsek Cidahu, kemudian melanjutkan perjalanan ke Dusun Manglid.
Sesampainya di area parkir, pengunjung hanya perlu berjalan kaki sekitar 10 menit menyusuri jalur trekking yang telah tersedia. Perjalanan tersebut justru menjadi pengalaman tersendiri karena wisatawan disuguhi panorama sawah hijau, aliran sungai yang jernih, udara segar pegunungan, serta pemandangan alam yang masih sangat asri.
Dengan harga tiket masuk sekitar Rp15.000 per orang, di luar biaya parkir kendaraan, wisatawan sudah dapat menikmati berbagai fasilitas penunjang seperti area parkir, toilet, musala, gazebo, warung makan, hingga papan petunjuk arah menuju lokasi wisata.
Namun, di balik pesona alam yang dimiliki, Pemerintah Desa Cidahu berharap pengelolaan destinasi wisata dapat memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat dan pemerintah daerah.
Kepala Desa Cidahu, H. Asep Saepul Parlan, S.H.I., mengatakan bahwa Curug Sawer merupakan salah satu aset wisata yang memiliki potensi besar dalam mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat apabila dikelola sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
"Objek wisata yang sudah berjalan saat ini memang telah dikelola oleh pihak lain. Harapan kami, apa yang sudah menjadi ketentuan dalam Peraturan Desa maupun regulasi Pemerintah Kabupaten Sukabumi dapat dilaksanakan dengan baik. Dengan begitu, keberadaan objek wisata ini tidak hanya berkembang sebagai destinasi wisata, tetapi juga mampu memberikan kontribusi terhadap Pendapatan Asli Desa (PADes) maupun Pendapatan Asli Daerah (PAD)," ujarnya kepada GarudaNews, Selasa (23/06/2026).
Menurutnya, pengembangan sektor pariwisata harus memberikan manfaat yang nyata bagi masyarakat sekitar. Kehadiran wisatawan diharapkan mampu mendorong pertumbuhan pelaku UMKM, membuka lapangan pekerjaan baru, meningkatkan usaha kuliner, homestay, jasa pemandu wisata, hingga berbagai usaha ekonomi kreatif lainnya.
Asep menambahkan, kolaborasi antara pemerintah desa, pemerintah daerah, pengelola wisata, dan masyarakat menjadi kunci dalam membangun tata kelola destinasi yang profesional, transparan, dan berkelanjutan.
"Potensi alam yang dimiliki Desa Cidahu adalah anugerah yang harus kita jaga bersama. Pengelolaannya juga harus mengikuti aturan sehingga manfaatnya dapat dirasakan masyarakat secara luas. Ketika tata kelola berjalan baik, desa memperoleh PADes, pemerintah daerah memperoleh PAD, dan masyarakat memperoleh peluang ekonomi yang lebih besar," katanya.
Harapan tersebut selaras dengan Peraturan Daerah Kabupaten Sukabumi Nomor 3 Tahun 2023 tentang Pengembangan Desa Wisata, yang mendorong optimalisasi potensi desa melalui sektor pariwisata berbasis masyarakat. Selain itu, Peraturan Daerah Kabupaten Sukabumi Nomor 11 Tahun 2016 tentang Penyelenggaraan Kepariwisataan menegaskan bahwa pembangunan sektor pariwisata harus memberikan manfaat ekonomi, sosial, budaya, serta menjaga kelestarian lingkungan. Sementara pengelolaan penerimaan daerah dari sektor pariwisata mengacu pada Peraturan Daerah Kabupaten Sukabumi Nomor 15 Tahun 2023 yang kemudian dirubah menjadi Perda Kabupaten Sukabumi Nomor 2 Tahun 2025 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah, yang menjadi dasar pemungutan pajak dan retribusi sesuai kewenangan pemerintah daerah.
Dengan semakin baiknya akses menuju kawasan wisata di wilayah utara Kabupaten Sukabumi, terutama sejak beroperasinya Jalan Tol Bogor–Ciawi–Sukabumi (Bocimi), peluang pengembangan sektor pariwisata di Desa Cidahu semakin terbuka lebar. Kondisi ini menjadi momentum bagi seluruh pemangku kepentingan untuk membangun tata kelola destinasi yang lebih terintegrasi, profesional, dan memberikan manfaat ekonomi yang berkelanjutan.
Curug Sawer bukan sekadar air terjun yang menawarkan panorama indah. Lebih dari itu, destinasi ini merupakan simbol besarnya potensi Desa Cidahu sebagai desa wisata berbasis alam. Apabila dikelola sesuai regulasi, didukung kolaborasi semua pihak, serta melibatkan masyarakat sebagai pelaku utama, Curug Sawer diyakini mampu menjadi salah satu ikon wisata unggulan Kabupaten Sukabumi yang tidak hanya menarik wisatawan, tetapi juga menjadi sumber peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui bertambahnya Pendapatan Asli Desa dan Pendapatan Asli Daerah.
Sebagai salah satu wajah pariwisata di wilayah utara Sukabumi, Curug Sawer menjadi bukti bahwa kekayaan alam yang dimiliki daerah bukan hanya untuk dinikmati keindahannya, tetapi juga harus dikelola secara bertanggung jawab agar memberikan manfaat bagi generasi sekarang maupun yang akan datang. (Adv)


