Diduga Korsleting Listrik, Warung Kelontong dan Rumah Makan Padang di Parungkuda Terbakar, Satu Orang Terluka


GarudaNews (Sukabumi) - Kebakaran menghanguskan sebuah warung kelontong yang juga digunakan sebagai Rumah Makan Padang di Kampung Bolang Lebak, Desa Sundawenang, Kecamatan Parungkuda, Kabupaten Sukabumi, Kamis (23/7/2026). Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 09.38 WIB itu menyebabkan satu orang mengalami luka bakar, sementara bangunan usaha mengalami kerusakan cukup parah.

Korban diketahui bernama Wawan (38). Ia mengalami luka bakar pada bagian wajah dan tubuh saat berupaya menyelamatkan diri ketika api mulai membesar. Korban kemudian dilarikan ke fasilitas kesehatan untuk mendapatkan penanganan medis. Sementara seorang penghuni lainnya, Eli, berhasil menyelamatkan diri dan tidak mengalami luka.

Komandan Posko IV Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkar) Parungkuda, Acep Fatah, mengatakan laporan kebakaran diterima dari masyarakat sekitar. Menindaklanjuti laporan tersebut, petugas langsung diberangkatkan menuju lokasi.

"Kami menerima laporan kebakaran sekitar pukul 09.38 WIB dan langsung mengerahkan personel. Tim tiba di lokasi kurang lebih empat menit setelah laporan diterima," ujar Acep.

Untuk mempercepat proses penanganan, Damkar mengerahkan dua unit mobil pemadam, terdiri atas satu unit dari Posko IV Parungkuda dan satu unit bantuan dari Posko Cibadak. Proses pemadaman juga melibatkan personel TNI, Polri, aparat pemerintah setempat, serta warga yang turut membantu mengendalikan api.

Saat tiba di lokasi, kobaran api telah membesar dan membakar sebagian besar bangunan. Petugas kemudian melakukan pemadaman sekaligus mencegah api merambat ke bangunan lain yang berada di sekitar lokasi kejadian.

Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, penyebab kebakaran diduga berasal dari arus pendek listrik yang kemudian menyambar persediaan bahan bakar minyak (BBM) eceran yang disimpan di dalam bangunan.

"Dugaan sementara penyebab kebakaran adalah korsleting listrik yang mengenai stok BBM eceran sehingga api cepat membesar," jelas Acep.

Akibat kejadian tersebut, sekitar 43 persen dari bangunan seluas kurang lebih 120 meter persegi mengalami kerusakan akibat terbakar.

Dalam proses pemadaman, petugas sempat menghadapi kendala karena sumber air berada cukup jauh dari lokasi kebakaran. Pengambilan air harus dilakukan dari kawasan Bojong Kokosan sehingga membutuhkan waktu dan pengaturan suplai air yang lebih intensif.

Meski demikian, berkat koordinasi seluruh personel di lapangan, kobaran api berhasil dikendalikan setelah sekitar 31 menit operasi pemadaman berlangsung.

Respons cepat petugas berhasil mencegah api meluas ke bangunan lain. Sekitar 53 persen area bangunan masih dapat diselamatkan sehingga kerusakan yang ditimbulkan tidak lebih besar.

Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Namun, satu orang mengalami luka bakar dan saat ini masih menjalani perawatan medis. Sementara itu, petugas masih melakukan pendataan untuk menghitung nilai kerugian material akibat kebakaran.

Damkar mengimbau masyarakat agar lebih meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran, khususnya dengan memastikan instalasi listrik dalam kondisi aman serta tidak menyimpan bahan mudah terbakar, seperti BBM eceran, tanpa standar keamanan yang memadai.

"Kami mengingatkan masyarakat untuk rutin memeriksa instalasi listrik dan lebih berhati-hati apabila menyimpan bahan yang mudah terbakar. Langkah pencegahan menjadi kunci untuk menghindari kebakaran serupa," pungkas Acep.

(eRHa)
Lebih baru Lebih lama