Ketua DPRD Sukabumi: Syukuran Nelayan Jadi Simbol Rasa Syukur, Pelestarian Budaya, dan Penguatan Pariwisata


GarudaNews (Sukabumi) - Ketua DPRD Kabupaten Sukabumi, Budi Azhar Mutawali, menyampaikan ucapan selamat dan sukses atas penyelenggaraan Syukuran Nelayan Tahun 2026 yang digelar di berbagai wilayah pesisir Kabupaten Sukabumi. Menurutnya, tradisi yang telah diwariskan secara turun-temurun itu bukan hanya menjadi ungkapan rasa syukur para nelayan, tetapi juga memiliki nilai budaya, sosial, dan ekonomi yang penting bagi daerah.

Dalam keterangannya, Rabu (15/7/2026), Budi mengatakan Syukuran Nelayan merupakan bentuk penghormatan masyarakat pesisir kepada Tuhan Yang Maha Esa atas hasil laut yang menjadi sumber penghidupan sekaligus doa bersama agar para nelayan senantiasa diberikan keselamatan dan keberkahan saat melaut.

"Syukuran Nelayan bukan sekadar tradisi tahunan, tetapi merupakan cerminan rasa syukur masyarakat pesisir sekaligus bentuk kecintaan terhadap laut yang selama ini menjadi sumber kehidupan dan salah satu kekuatan sektor pariwisata Kabupaten Sukabumi," ujarnya.

Ia menilai, setiap pelaksanaan Syukuran Nelayan selalu mampu menarik perhatian masyarakat maupun wisatawan. Selain prosesi adat, rangkaian kegiatan yang disajikan juga menjadi ruang bagi pelestarian budaya lokal melalui pertunjukan seni, hiburan rakyat, perlombaan tradisional, hingga bazar yang melibatkan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Budi secara khusus memberikan apresiasi kepada masyarakat Desa Ciwaru, Kecamatan Ciemas, yang kembali menggelar Syukuran Nelayan Desa Ciwaru ke-69 Tahun 2026 di kawasan Pantai Palangpang, Geopark Ciletuh, pada 15–19 Juli 2026.

Ia berharap tema "Ngagungkeun Nu Kawasa, Ngajaga Budaya, Ngamulyakeun Nelayan" tidak hanya menjadi slogan kegiatan, tetapi benar-benar diwujudkan dalam kehidupan masyarakat pesisir melalui semangat menjaga tradisi, memperkuat persatuan, serta meningkatkan kesejahteraan nelayan.

"Semoga Syukuran Nelayan terus menjadi media untuk mempererat kebersamaan masyarakat, melestarikan warisan budaya, sekaligus membawa keberkahan, keselamatan, dan kesejahteraan bagi para nelayan serta seluruh warga Desa Ciwaru," katanya.

Menurut Budi, potensi laut Kabupaten Sukabumi memiliki peran strategis bagi pembangunan daerah. Selain menopang sektor perikanan, kawasan pesisir juga menjadi destinasi wisata unggulan yang mampu menggerakkan perekonomian masyarakat apabila dikelola secara berkelanjutan.

Karena itu, ia menilai pembangunan kawasan pesisir harus dilakukan secara seimbang dengan tetap memperhatikan kelestarian lingkungan, menjaga nilai-nilai budaya, serta mempertahankan karakter masyarakat setempat.

"Laut dan daratan merupakan satu kesatuan yang menjadi kekuatan Kabupaten Sukabumi. Penataan kawasan harus dilakukan secara berkelanjutan agar potensi wisata berkembang tanpa mengabaikan kelestarian alam, budaya, maupun nilai-nilai yang hidup di tengah masyarakat," jelasnya.

Di akhir keterangannya, Budi berharap tradisi Syukuran Nelayan terus menjadi bagian dari strategi pembangunan berbasis budaya yang mampu memperkuat identitas daerah sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir.

"Pelestarian budaya lokal dan pengembangan potensi wisata harus berjalan beriringan. Dengan begitu, tradisi Syukuran Nelayan tidak hanya tetap lestari, tetapi juga mampu memberikan manfaat ekonomi yang nyata bagi masyarakat tanpa kehilangan jati dirinya," pungkasnya.

(eRHa)
Lebih baru Lebih lama