15 Warga Sukabumi Sempat Terlantar di Tarakan, Pemulangan Dibantu DPRD, Polres dan Komunitas


GarudaNews (Sukabumi) - Sebanyak 15 warga Kabupaten Sukabumi yang sempat terkendala pulang dari Tarakan, Kalimantan Utara, akhirnya mendapatkan bantuan untuk kembali ke daerah asal. Proses pemulangan tersebut dilakukan melalui kolaborasi Anggota DPRD Kabupaten Sukabumi Hamzah Gurnita, Kapolres Sukabumi AKBP Benny Cahyadi, serta komunitas Bagong Mogok.

Belasan warga tersebut sebelumnya berangkat ke wilayah Sajau, Kabupaten Bulungan, Kalimantan Utara, setelah mendapatkan informasi pekerjaan sebagai penyadap karet dengan tawaran penghasilan sekitar Rp3,9 juta per bulan.

Namun, setelah tiba di lokasi dan menjalani pekerjaan selama kurang lebih satu bulan, kondisi yang mereka temui disebut tidak sesuai dengan informasi yang diterima sebelumnya. Sejumlah warga kemudian memutuskan meninggalkan tempat kerja.

Persoalan baru muncul ketika mereka hendak kembali ke Sukabumi. Keterbatasan biaya membuat perjalanan pulang tidak dapat dilanjutkan hingga akhirnya mereka berada di Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat Kota Tarakan.

Kondisi tersebut kemudian mendapat perhatian dari Anggota DPRD Kabupaten Sukabumi Hamzah Gurnita. Komunikasi dan koordinasi dilakukan bersama Kapolres Sukabumi AKBP Benny Cahyadi serta komunitas Bagong Mogok untuk membantu proses kepulangan para warga.

Kabar kepulangan itu disampaikan langsung oleh salah seorang warga, Ujang Pijey, melalui video dari Tarakan pada Rabu (12/8/2026).

“Kami warga Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi yang tersesat di Tarakan, Kalimantan Utara karena tidak bisa pulang. Alhamdulillah hari ini kami bisa pulang karena dibantu oleh anggota DPRD Kabupaten Sukabumi Bapak Hamzah Gurnita dari PKB, dan Kapolres Sukabumi Bapak AKBP Benny Cahyadi,” ujar Ujang.

Ia turut menyampaikan apresiasi kepada berbagai pihak yang ikut membantu, termasuk keluarga besar PKB, Ketua DPRD Kabupaten Sukabumi Budi Azhar Mutawali, Kapolres Sukabumi, serta komunitas Bagong Mogok.

“Kami ucapkan terima kasih telah membantu saya,” tuturnya.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, ke-15 warga tersebut berasal dari sejumlah wilayah di Kabupaten Sukabumi. Sebanyak 10 orang berasal dari Kecamatan Simpenan, empat orang dari Kecamatan Warungkiara, dan satu orang dari Kecamatan Cibadak.

Hamzah Gurnita menilai peristiwa tersebut menjadi perhatian serius karena berkaitan dengan perlindungan masyarakat Sukabumi yang mencari pekerjaan di luar daerah.

Menurutnya, informasi mengenai pekerjaan dan kondisi lapangan harus dipastikan dengan baik sebelum masyarakat diberangkatkan, sehingga tidak menimbulkan persoalan di kemudian hari.

“Kita tentu prihatin ketika warga kita berangkat dengan harapan mendapatkan pekerjaan, tetapi di lapangan ternyata tidak sesuai dengan yang disampaikan. Ini harus menjadi perhatian agar kejadian serupa tidak terulang,” kata Hamzah.

Ia menegaskan bahwa keselamatan dan kepulangan warga menjadi prioritas utama. Namun demikian, persoalan yang menyebabkan mereka mengalami kendala di perantauan juga perlu menjadi bahan evaluasi agar tidak kembali terjadi.

“Yang paling penting saat ini warga bisa kembali dengan selamat. Dan saya berterima kasih juga kepada Pak Kapolres beserta ketua umum komunitas Bagong Mogok,” pungkasnya.

Kolaborasi tersebut menjadi bentuk kepedulian terhadap warga Kabupaten Sukabumi yang menghadapi persoalan di luar daerah, sekaligus menjadi pengingat pentingnya memastikan kejelasan informasi pekerjaan sebelum masyarakat memutuskan untuk bekerja di daerah lain.

(eRHa)
Lebih baru Lebih lama