GarudaNews (Sukabumi) - DPRD Kabupaten Sukabumi mendorong pengembangan Saung Gunung Camp di Kecamatan Parakansalak menjadi salah satu destinasi wisata unggulan daerah. Dorongan itu disampaikan setelah DPRD bersama Dinas Pariwisata Kabupaten Sukabumi meninjau langsung kawasan tersebut, Rabu (2/9/2026).
Anggota DPRD Kabupaten Sukabumi dari Fraksi Partai Demokrat, Saepulloh atau yang akrab disapa Dewan Badot, menilai Saung Gunung Camp memiliki daya tarik kuat karena berada di dataran tinggi dengan panorama alam yang luas.
Dari lokasi tersebut, wisatawan dapat melihat sejumlah wilayah Sukabumi dari ketinggian.
"Kalau lihat ke sana, daerah Pajampangan kelihatan, daerah Sukabumi Kota juga kelihatan, daerah Palabuhanratu juga kelihatan. Ini karena puncak ketinggian Parakansalak," kata Saepulloh.
Menurutnya, potensi tersebut perlu didukung pembenahan akses agar semakin mudah dijangkau wisatawan sekaligus memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar.
"Ini kita bantu bersama bagaimana caranya wisata Saung Gunung Camp ini lebih bagus, biar wisatawan bisa ke sini semua. Kayaknya kalau semua wisatawan tahu di sini ada ketinggian yang pemandangannya sangat indah, wow, udah nggak ketampung," ujarnya.
Ia memastikan DPRD akan mendorong upaya pengembangan kawasan tersebut.
"Insyaallah kami dari DPRD akan mendorong hal tersebut," ucapnya.
Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Sukabumi, Ali Iskandar, mengatakan Saung Gunung Camp berada di ketinggian sekitar 800 meter di atas permukaan laut (mdpl). Menurutnya, panorama dari kawasan tersebut menjadi modal penting untuk dikembangkan sebagai destinasi wisata baru.
"Hari ini saya sedang berada di ketinggian kurang lebih 800 mdpl, yang kemudian membuat kami bahagia. Ternyata cakrawala, panorama, bentangannya luar biasa. Kita bisa melihat alam Parakansalak dari ketinggian," kata Ali.
Ali menyebut pengembangan wisata di Parakansalak dapat berjalan beriringan dengan sektor pertanian. Bahkan, sejumlah aktivitas wisata baru seperti paralayang dan paramotor dinilai berpotensi dikembangkan.
"Nanti mungkin bisa kita kembangkan dengan wisata paralayang, paramotor dan sebagainya. Nanti kita bisa mendarat di Lapang Walagri," ujarnya.
Selain Saung Gunung Camp, Parakansalak juga memiliki sejumlah potensi wisata lain, di antaranya Gunung Wayang, Gunung Beser, Gunung Salak, Curug Kembar, Curug Sawer dan pemandian air panas.
"Kita akan dorong Bu Kades untuk menjadikan Parakansalak sebagai desa wisata," kata Ali.
Pengelola Saung Gunung Camp, Mukti, mengakui akses masih menjadi salah satu kendala dalam pengembangan kawasan tersebut. Ia berharap dukungan pemerintah dapat memperbaiki infrastruktur menuju lokasi.
"Pengembangan pariwisata maupun pertanian di sini luar biasa. Banyak lahan kosong dan hasil taninya juga sangat luar biasa. Perlu dukungan dari pemerintah terkait akses," ungkap Mukti.
Mukti juga tengah memperkenalkan Parakansalak kepada wisatawan dari luar daerah, terutama Jakarta, agar kawasan tersebut dapat menjadi alternatif tujuan wisata selain Puncak.
"Saya punya PR memperkenalkan Parakansalak. Sudah lebih dari setahun saya perkenalkan Parakansalak ke daerah Jakarta. Bagaimana caranya mereka nggak ke Puncak, ke sini," tuturnya.
Ali memastikan Dinas Pariwisata akan berupaya mendorong perbaikan akses sesuai kewenangan dan ketentuan yang berlaku.
"Kami Dinas Pariwisata hadir, didampingi oleh Dewan Saepulloh, untuk kemudian mengupayakan dengan sekuat tenaga yang ada, dengan kemampuan yang kami miliki, tentu sesuai dengan peraturan perundang-undangan, agar akses jalan dari Parakansalak menuju ke Saung Gunung Camp itu bisa diperbaiki," jelasnya.
(eRHa)
